Selasa, 04 Desember 2012

Seru-seruan tentang FTP

Apa kabar CommUNIXy? Udah lama banget neh gak update status di blog. Mudah2an masih pada cinta menantikan coret-coretan terbaru. Sebenernya sih buanyak bangets yang mo ditulis. Sayangnya, kerjaaan masih bejibun jadi gak sempet euy buat nulis dimari. Tapi kejadian barusan kayaknya musti langsung dicoret disini. Soalnya bikin ane lumayan sensi juga. Mosok soal FTP doang musti jungkir-balik nge-solve nya.... 

Cerita awalnya ada isu yang namanya proxy ftp, ada yang tau makhluk apaan sih ini? Terserah deh CommUNIXy mo kasih penjelasan njelimet or teknis kayak apa. Dari sisi NgoprekUNIX mo kasih atensi sederhana kayak gene: proxy ftp digunakan supaya kita bisa jalanin ftp di dalam session ftp. Muantabs gak? Sederhana toh penjelasannya. Masih penasaran? Nongkrong ajah dimari ya...

Awalnya ada eror kayak gene neh

user02@unix02:/home> ftp unix01
Connected to unix01.
220 rpb-siapp02 FTP server (Revision 4.0 Version wuftpd-2.6.1 Wed Jun 18 07:11:14 GMT 2008) ready.
Name (unix01:ngoprek): ngoprek
331 Password required for ngoprek
Password:
230 User ngopreklogged in.
Remote system type is UNIX.
Using binary mode to transfer files.
ftp> proxy open unix03
Connected to unix03.
220 ocsrbbjmpapp10 FTP server (Revision 6.0 Version wuftpd-2.6.1 Fri Apr  1 07:44:09 GMT 2011) ready.
Name (unix03:ngoprek): ngoprek
331 Password required for ngoprek.
Password:  [I have entered password here]
530 Login incorrect.
Login failed.

Remote system type is UNIX.
Using binary mode to transfer files.
ftp>


Pertama, kesannya adalah ini isu gara-gara proxy ftp belum diset atau statusnya disable geto deh. Gimana ngeceknya mas bro?

  1. Kita musti pastikan entri ftp gak dipagerin (#) di file /etc/inetd.conf 
  2. Restart inetd (/sbin/init.d/inetd stop ;  /sbin/init.d/inetd start)
  3. Oh ya, di baris inetd.conf kudu ada flag "P" untuk mengizinkan proxy ftp.
 ftp          stream tcp6 nowait root /usr/lbin/ftpd     ftpd -l -P

Tapi, solve ga neh resep? Ternyata nggak euy... Soalnya kalau diperhatikan proses koneksi sudah mantabs dengan logberikut ini.

Connected to unix03.
220 ocsrbbjmpapp10 FTP server (Revision 6.0 Version wuftpd-2.6.1 Fri Apr  1 07:44:09 GMT 2011) ready.
Name (unix03:ngoprek):


So, sebenarnya gak ada isu di sisi akses ftp ke server tersebut. Nah, dalam kasus ini kemungkinannya adalah isu dari isi user akses. Setuju nggak? Yang setuju berarti udah berpengalaman, tapi yang gak setuju berart udah pintar neh alias punya jurus lain. Atau malah belum mudeng ya hehehe...

Ternyata, dari sisi user gak ada isu loh.... User bisa login lancar jaya di server target. Berikut adalah koman buat ngecek status user di HPUX.

# /usr/lbin/getprpw ngoprek
uid=1015, bootpw=NO, audid=22, audflg=1, mintm=0, maxpwln=-1, exptm=0, lftm=0, spwchg=Sat Nov 17 03:11:29 2012, upwchg=-1, acctexp=-1, llog=-1, expwarn=0, usrpick=DFT, syspnpw=DFT, rstrpw=DFT, nullpw=DFT, admnum=-1, syschpw=DFT, sysltpw=DFT, timeod=-1, slogint=Tue Dec  4 12:17:49 2012, ulogint=Tue Dec  4 11:32:01 2012, sloginy=-1, culogin=-1, uloginy=-1, umaxlntr=-1, alock=NO, lockout=0000000

Trus apalagi dong? Hasilnya masih tulalit neh...
/home/ngoprek$ ftp localhost
Connected to localhost.
220 ocsrbbjmpapp10 FTP server (Revision 6.0 Version wuftpd-2.6.1 Fri Apr  1 07:44:09 GMT 2011) ready.
Name (localhost:ngoprek):
331 Password required for amdocs.
Password:
530 Login incorrect.
Login failed.
Remote system type is UNIX.
Using binary mode to transfer files.
ftp> quit
221 Goodbye.


Hampir2 ane nyerah deh... untung sempet loh ngecek eror di syslog ternyata ketemu kunci kayak gene mas bro...

Dec  4 11:29:10 unix03 ftpd[10823]: FTP server (Revision 6.0 Version wuftpd-2.6.1 Fri Apr  1 07:44:09 GMT 2011) ready
.
Dec  4 11:29:13 unix03 ftpd[10823]: FTP LOGIN REFUSED (shell not in /etc/shells) FROM localhost [127.0.0.1], ngoprek
Dec  4 11:29:27 unix03 ftpd[10823]: FTP session closed


Sumpah baru kali ini ane ketemyu eror ini, dan eng-ing-eng... solve setelah edit file /etc/shells alias tambahin shell yang dipake sama ngoprek@unix01 alias jadi begene neh:

cat /etc/shells
/usr/local/bin/tcsh
/bin/tcsh
/usr/bin/ksh


Sampe disini dulu ya singkat ceritanya. Semoga bermanfaat.

Salam NgoprekUNIX.
Selengkapnya...

Minggu, 15 April 2012

Program IT Super Camp : UNIX-STORAGE from Zero to Hero

Apa kabar CommUNIXy? Lama juga neh gak update blog. Kali ini NgoprekUNIX mo rilis program fast track buat jadi jagoan UNIX-Storage . Inilah skill yang dikuasai oleh segelintir IT Professional, apalagi di Indonesia. So, karena populasinya masih juarang buangets, ceruk pasar kerjanya pastilah lumayan luas. Bahkan, kondisi saat ini cenderung ada bajak-membajak di antara perusahaan-perusahaan kakap. Nah, kebayang dong harga pasarannya bakalan naik euy...

Buat rekans yang udah jenuh di pasar Desktop atawa PC engineer or Helpdesk, NgoprekUNIX ngundang buat pindah kuadran ke UNIX-Storage. InsyaAllah peluang sukses lebih terbuka dengan harapan peningkatan kesejahteraan pastinya.

Ini dia jelasnya....

Program IT Super Camp
UNIX-Storage from Zero to Hero



Visi
Menghasilkan lulusan program IT Super Camp yang kompeten dan mumpuni dalam bidang UNIX-Storage.
Misi 
  • Menyiapkan mahasiswa menjadi lulusan berdedikasi dan percaya diri berbekal enterprise skills dalam bidang UNIX-Storage.
  • Menyiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang menguasai seluk beluk UNIX-Storage dalam tataran konseptual dan praktikal
  • Menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan dunia kerja sebagai IT professional yang cerdas dan tangkas

Tujuan
  • Memberikan pengajaran dalam penguasaan konsepsi terkait dengan UNIX dan Storage
  • Memberikan pelatihan interaktif dalam aplikasi praktis UNIX dan Storage
  • Memberikan pembekalan mental spiritual dilengkapi life skills bagi pengembangan kepribadian dan integritas sebagai IT Professional



Distribusi Mata Kuliah Per Semester
Semester I
No
Kode Mata Kuliah
Mata Kuliah
sks
1

Sistem Informasi Manajemen
2
2

Algoritma dan Pemrograman
2
3

Bahasa Inggris
2
4

Perilaku berorganisasi
2
5

UNIX Essential
3
6

Storage Essential
3
7

Praktikum UNIX Essential
3
8

Praktikum Storage Essential
3
JUMLAH
20
 Semester II
No
Kode Mata Kuliah
Mata Kuliah
sks
1

Kewirausahaan
2
2

Manajemen Proyek Sistem Informasi
2
3

Interpersonal skill
2
4

Pendidikan Agama
2
5

UNIX Best Practice
3
6

Storage Best Practice
3
7

Praktikum UNIX Best Practice
3
8

Praktikum Storage Best Practice
3
JUMLAH
20

Kualifikasi Peserta
  • Memiliki pengalaman kerja di bidang IT minimal 1 tahun atau latar belakang pendidikan computer yang cukup
  • Memiliki etos belajar dan komitmen untuk mengikuti seluruh kegiatan belajar mengajar
  • Memiliki rekam jejak dengan kepribadian baik selama bekerja di bidang IT
  • Memenuhi seluruh syarat administratif yang diperlukan
Syarat Pendaftaran
  • Melengkapi formulir pendaftaran
  • Menandatangani pakta integritas sebagai mahasiswa Program IT Super Camp
  • Melunasi semua biaya Program IT Super Camp
  • Menyerahkan biodata pekerjaan terakhir sebagai IT Professional
  • Membawa surat rekomendasi belajar dari atasan langsung atau pihak kampus

Prospek Karir
  • UNIX System Administrator
  • Storage System Administrator
  • UNIX Engineer
  • Storage Engineer
  • System Integrator
  • IT Consultant

So, buat yang berminat silakan hubungi Paradigma Training Center.



PT. Paradigma Selaras
Jl. Salemba Raya No. 34-36L
Tel: (021) 3911-712
Fax: (021) 3911-721

Selengkapnya...

Jumat, 09 Maret 2012

Ngulik Performance Advisor neh...

Semmangat Pagi CommUNIXy,

Apa kareba? Piye kabare panjenengan sedanten hehehe... Mengawali hari ini, setelah jadi satpam alias nungguin sistem production, sedikit NgoperkUNIX mo share buat pembaca setia. Terlepas inpohnya apakah masih tergolong ecek-ecek alias kurang Hi-Tech, yang penting semangat untuk sedekah ilmu semoga bermanfaat.

Kali ini NgoprekUNIX mo cerita alias kasih tips simple buat mengatasi masalah PA yang gak nongolin gambar. Solusinya sederhana, cukup restart XPPA service di server PA dan client nya...

Yang masih mau tahu silakan tetep pantengin di sini. Oh ya, buat yang satu guru satu elmu jangan ganggu ya piss... :)


Sebenarnya PA atau nama lengkapnya HP StorageWorks P9000 Performance Advisor adalah tools yang menampilkan performance storage XP12000 or XP24000 punya HP. Dengan rekayasa java, tampilannya jadi menarik dengan gambar yang realtime. Pada umumnya server PA (tempat jalannya aplikasi PA) adalah windows sehingga relatif mudah untuk perawatannya. Misalnya ketika dibutuhkan penambahan kapasitas disk or restart service servernya.

Gausah kepanjangan neh, sebenernya untuk melakukan restart paripurna service XPPA perlu dilakukan dari sisi server dan clientnya. Kadang-kadang memang service cukup direstart dari sisi client ajah, jadi gak perlu sampai restart servernya. Nah, kalau solusi itu gak mempan juga berarti sekalian jah direstart servernya. Berikut adalah jurus-jurus sakti hasil penerawangan hehehe:

Dari Sisi Client:
# cd /sbin/init.d
# ./xppahostagent stop
# ./xppawatchdog stop

Dari sisi Server:
- remote desktop ke server PA
- Start - Program - HP StorageWorks - P9000 Performance Advisor - Stop Service
- Start - Program - HP StorageWorks - P9000 Performance Advisor - Start service

Dari sisi Client:
# cd /sbin/init.d
# ./xppahostagent start
# ./xppawatchdog start




Contoh tampilan PA sbb : 

Demikianlah cerita singkatnya. Semoga bermanfaat.
Salam NgoprekUNIX,
Selengkapnya...

Kamis, 29 Desember 2011

Ngoprek HP Data Protector yuks... : Media non resident

Apa kabar- pemirsa NgoprekUNIX? Semoga suasana menjelang tahun baru membuat kita terus bersemangat untuk menimba ilmu-ilmu baru setiap hari. Amin. Btw, pagi ini NgoprekUNIX ketemu solusi kasus yang dari kemarenan stagnan. Intinya sih soal restorasi file menggunakan backup software HP-Data Protector. Apa sih problemnya koq sampai layak tayang di blog ini? Sabar-sabar ya CummUNIXy, sambil dikonsep neh ceritanya hihihi...

Sebelumnya NgoprekUNIX mo kasih apresiasi buat sang inspirator IR (SAN-Backup engineer) di sebuah MNC telko. Maaf untuk narasumber ini tetap dirahasiakan, soalnya takut jadi selebritis hehehe. Kata kunci masalah ini adalah media backup (cartridge) statusnya "non resident" alias "no location". So, kebayang kan backup software akan bingung musti cari dimana tuh medianya. Akhirnya, backup akan selalu mentok karena minta konfirmasi saat akan mounting media tersebut. Eng..ing..eng... jawabannya pasti tahu lah... selalu gagal.

Buat yang penasaran bagaimana akhir ceritanya silakan terus dimari ya.
Pertama, rekans musti cek session mana yang harus direstore sesuai dengan data yang diinginkan. Setelah session di dapat dan path yang diinginkan jelas, maka lihat status dari media. CommUNIXy akan menjumpai problem ketika ada output seperti berikut :


So, apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi masalah ini ? Seperti biasa, solusi utama adalah jangan panik alias tetap tenang dan percaya diri ciye..ile... Berikut adalah jurus-jurus jitunya :
  • Cek properties dari media tersebuti dan lihat bahwa physical location adalah unknown.
    • Gak usah coba import or verify media ini karena hasilnya cuman ngeselin hehehe>
    • Cari tahu barcode untuk media tersebut di server backupnya. Filenya ada di /var/opt/omni/server/log/media.log. Setelah dapat kodenya, cari tahu di HP-Data Protector / Devices & Media / Devices by hosts / [pilih hostname] / [pilih drive] / [pilih slot] / [cari barcode]. Hasilnya akan sbb :
    
    •  Wah, sudah ketemu neh slotnya ada di [JAVA: 583]. Oh ya, cari tahu nama pool, caranya bisa lihat dari media yang ok di atas, misalnya ini :
    •  So, buruan deh import tuh media. Caranya : HP-Data Protector / Devices & Media / Media / Pool / [nama pool]. Trus ikutin ajah perintah berikutnya. Nah, begini gambar awalnya :
    •  Sambil berdoa tungguin ajah prosesnya sampai selesai. Eit, gak usah panik kalau hasilnya bakalan gagal kayak gini :
    •  Yang paling penting adalah tuh media sekarang jadi ready for restoring. Begini status akhirnya :
    Akhirnya, silakan deh restorasi dilanjutkan sampai selesai. Semoga bermanfaat. 
    Salam NgoprekUNIX,
Selengkapnya...

Selasa, 27 Desember 2011

Serba-serbi backup IGNITE di HPUX

Semmangat Pagi CommUNIXy,

Bagaimana kondisi pagi menjelang siang hari ini setelah menjalani long weekend? Mudah-mudahan senantiasa dalam kondisi prima mengingat cuaca Jabodetabek sepertinya agak kurang bersahabat alias mendung menjelang hujan. Btw, jalanan agak lengang tadi pagi karena sebagian orang masih liburan or sekalian cuti sampai tahun baru kali ya.

Oh ya, kali ini NgoprekUNIX akan berbagi sedikit informasi dan tips terkait dengan problem yang sering terjadi pada saat backup Ignite. Dalam kasus ini, kondisinya adalah menggunakan ignite server. Apresiasi super spesial buat Bro HH (Unix Master) dari sebuah MNC telko. Btw, doi lagi siap-siap hijrah euy. Lumayan dah dapet jurus ini buat di share ke CommUNIXy. Semoga doi gak lupa ama ngoprekUNIX kalau udah jadi selebritis di tempat baru hehehe.

So, Buat yang penasaran silakan dipantengin terus.

Saat kita melakukan backup ignite,kita kerapkali menemukan beberapa error messages antara lain:
- completed_unsuccessfully
- completed_with_warnings
- Failed_to_copy_ignite_log
- ignite_backup_did_not_complete

So, apa yang musti kita lakukan untuk menyikapi pesan error tersebut. Pertama dan yang utama adalah tetap cool alias tenang 'n jangan panik sehingga kita bisa melakukan RCA (root cause analysis). Setelah itu, kita bisa menemukan solusi terbaik terhadap masalah tersebut. Berikut adalah racikan obat yang insya Allah mujarab untuk mengobati masalah backup Ignite di HPUX :

• Pastikan versi Ignite di Client dan Server sama (swlist -l product | grep -i ignite)
Dari Ignite-UX Server:
- Cek apakah Ignite versi sudah terinstall
# swlist | grep -i ignite

Tampilannya akan seperti ini:

IGNITE C.7.12.519 HP-UX Installation Utilities (Ignite-UX)
Ignite-UX-11-11 C.7.12.519 HP-UX Installation Utilities for Installing 11.11 Systems
Ignite-UX-11-23 C.7.12.519 HP-UX Installation Utilities for Installing 11.23 Systems
Ignite-UX-11-31 C.7.12.519 HP-UX Installation Utilities for Installing 11.31 Systems


- Cek apakah depot untuk recovery apakah sudah terinstal.

# swlist -l depot | grep -i recover

Default nya : /var/opt/ignite/depots/recovery_cmds

- Kalau tidak ada, jalankan koman berikut:

# /opt/ignite/lbin/pkg_rec_depot [-f]

Dari sisi Ignite-UX Client:

Jalankan koman berikut (gak perlu reboot bro).

- Hapus Ignite-UX software bundle dengan swremove.

# swlist -l bundle| grep -i Ignite-UX
IGNITE C.7.8.201 HP-UX Installation Utilities (Ignite-UX)
Ignite-UX-11-31 C.7.8.201 HP-UX Installation Utilities for Installing 11.31 Systems

# swremove IGNITE Ignite-UX-11-31
# swlist -l bundle| grep -i Ignite-UX (pastikan gak ada lagi bundle)

- Install recovery commands dari the Ignite-UX Server.

# swinstall -s IUXServer:/var/opt/ignite/depots/recovery_cmds IUX-Recovery

- Testing ajah
# make_net_recovery -p -s bl860c

Analisa dari sisi Server :
Folder NFS sebagai target backup sudah ready
/var tidak full atau 100%

Analisa dari sisi Client
Cek detil error di /var/adm/syslog/ignite
Isi dari crontab sudah benar (jika dijalankan dengan skeduler)
crontab -l | grep ignite, kalau belum ada boleh pake ini

0 5 * * 1 /opt/ignite/ignite_backup >/dev/null 2>&1

- edit jika ditemukan isinya salah (crontab -e)
- kalau belum ada cron job sebaiknya buat skrip sbb:

#! /bin/ksh
DATE=`date|awk '{print $3,$2,$NF}'|tr ' ' '.'`
LOGFILE=/var/adm/syslog/ignite_backup.log
if [ ! -f ${LOGFILE} ]
then
touch ${LOGFILE}
else
mv ${LOGFILE} ${LOGFILE}.old
touch ${LOGFILE}
fi
echo "------Starting Time:`date`------" >> ${LOGFILE} 2>&1
echo " "
/opt/ignite/bin/make_net_recovery -x inc_entire=vg00 -x exclude=/var/adm/crash -s [ignite_server] p1 >>${LOGFILE} 2>&1
echo " "
echo "------Ending Time:`date`------" >> ${LOGFILE} 2>&1


o NFS target backup sudah ready
   bdf | grep [file_system_target]
o Jika NFS selalu gagal, cek file /etc/fstab dan pastikan tidak ada kesalahan pada isinya. Isi file yang tidak pas menyebabkan NFS dari Ignite server tidak bisa mounted sehingga ignite (make_net_recovery) selalu gagal.

Sekedar melengkapi corat-coret ini, berikut adalah beberapa jurus terkait dengan NFS di HPUX versi 2 dan 3 :

Configuration Files :
/etc/exports - Isinya FS yang akan dishare sebagai NFS. File ini ada di HP-UX 11i v2
/etc/dfs/dfstab - Isinya FS yang akan dishare sebagai NFS. File ini ada di HP-UX 11i v3
/etc/rc.config.d/nfsconf - File konfigurasi untuk NFS server yang isinya tentang startup nfs, autofs and mountd daemons

Koman-koman :

1. Start NFS server daemons :
# /sbin/init.d/nfs.server start

2. Stop NFS server daemons :
# /sbin/init.d/nfs.server stop

3. Start NFS daemons saat system boot,
Change the value of NFS_SERVER to "1" in /etc/rc.config.d/nfsconfig file.

Contoh,
NFS_SERVER=1

4. Untuk export or share file system :
# exportfs /data <--- Upto HP-UX 11i v2 # share /data <--- From HP-UX 11i v3 5. Untuk unexport or unshare file system : # exportfs -u /data <--- Upto HP-UX 11i v2 # unshare /data <--- From HP-UX 11i v3 6. Untuk export or share barengan semua yang terdaftar di /etc/exports or /etc/dfs/dfstab : # exportfs -a <--- Upto HP-UX 11i v2 # shareall <--- From HP-UX 11i v3
Demikian dulu ya, semoga bermanfaat deh.
Salam NgoprekUNIX,
Selengkapnya...

Kamis, 22 Desember 2011

Kopi kolom dari output command, Guampang euy...

Semmangat siang CommUNIXy,

Melanjutkan corat-coret di blog ini, NgoprekUNIX akan share satu tips sederhana yang insya Allah pasti bermanfaat. Koq bisa pede begitu ya... Soalnya zaman dahulu kala, NgoprekUNIX mengalami kondisi yang cukup menyebalkan dan melelahkan. Pasalnya, terkadang untuk keperluan analisa kita harus mengambil satu kolom dari output suatu koman. Lantas apa yang harus dilakukan?

Sekali lagi, dulu, NgoprekUNIX akan mengkopi semua output dan memindahkan ke notepad. Kemudian mengkopi satu demi satu data yang diperlukan. Beruntunglah kemudian berkenalan dengan UltraEDIT sehingga bisa langsung cut kolomnya. Or, buat CommUNIXy yang getol scripting akan menggunakan tools "awk", "cut" dsb. Misalnya output kolom %wio dari output koman sar.

So, buat yang mengalami hal ini dan ingin tahu silakan pantengin disini ajah.


Hehehe gak sabar ya mau tahu solusinya? Sabar dong, orang sabar khan disayang Allah. Solusinya adalah tombol [ctrl+alt]. Koq bisa? Kalau gak percaya silakan dicoba ya. Caranya :

  1. Ctrl + Alt
  2. Drag kolom yang diinginkan + klik
  3. Paste ke notepad
Gimana hasilnya? Mantabs khan bro.

Salam NgoprekUNIX,
Selengkapnya...

Berkenalan dengan HPUX 11.3

Apa kabar CommUNIXy,

Lama juga ya NgoprekUNIX gak update blog. Mudah-mudahan rekans masih setia belajar unix hehehe. Intinya jangan ngeri sama OS ini, seru koq kalau sudah nyemplung kesini. Kadang-kadang bete juga seh coz warnanya cuman hitam putih atau bisa sesuai selera. Tapi, intinya cuma screen dengan huruf-huruf seliweran yang gak jelas hehehe.

Sebagai salam hangat siang ini NgoprekUNIX akan berbagi dengan salah satu fitur yang baru dikenal di OS HPUX versi 11.3X, yaitu "dsf" atawa "device special files". Buat rekans yang penasaran silakan tetap stay tuned disini ya.


Sekedar informasi sederhana, pada versi yang terdahulu kita mengenal disk dalam format "ctd" seperti c0t0d0s0. Nah, fenomena yang seru akan terlihat ketika CommUNIXy menggunakan SAN (Storage Area Network) dengan fitur multipath. Satu disk (di storage dikenal dengan istilah LUN - Logical Unit Number) yang di assign ke server akan terduplikasi menjadi banyak sesuai jumlah HBA (FC card) yang terkoneksi. Nah lo ?@#$%^&*(

Gak usah panik pren, sebenarnya kalau kita pilih salah satu saja sudah cukup karena yang lainnya hanya alias saja. Inilah masalah yang dijawab oleh os HPUX pada versi 11.3X dengan memunculkan satu nama alias. Istilah kerennya ya "dsf" itu mas bro. So, tampilannya akan sbb:

$ vgdisplay -v vg_local | grep -i "pv name"
PV Name /dev/disk/disk152
PV Name /dev/disk/disk153
$ ioscan -m dsf /dev/disk/disk152
Persistent DSF Legacy DSF(s)
========================================
/dev/disk/disk152 /dev/dsk/c4t3d4
/dev/dsk/c5t3d4
/dev/dsk/c16t3d4
/dev/dsk/c18t3d4
$ uname -r
B.11.31


So, kita bisa lihat output tersebut menunjukkan bahwa PV berubah menjadi format "dsf", yakni /dev/disk/disk152 bukan seperti biasa /dev/dsk/c#t#d#s#. Lantas relasi antara "dsf" dan c#t#d#s# dapat terlihat melalui koman ioscan dengan opsi flag baru.

Saya kira cukup sekian dulu informasi sederhana kali ini. Semoga bermanfaat.

Salam NgoprekUNIX,
Selengkapnya...

Senin, 24 Oktober 2011

Training AIX Best Practice : contoh kasus who -u tidak berfungsi

Apa kabar CommUNIXy,

Sangat lama juga ya nggak update blog ini. Mudah-mudahan semua pengunjung setiap blog ini dalam kondisi sehat wal afiat. Oh ya, minggu lalu NgoprekUNIX baru saja menuntaskan sesi training "AIX Best Practice" yang didesain khusus untuk praktisi baik engineer maupun SysAdmin. Sekedar bocoran, buat yang penasaran berikut adalah kisi-kisi materinya :


Session 1
Unit 1 - Introduction to be a professional engineer

Session 2
Unit 2 – Introduction to Pseries  System

Session 3
Unit 2 - System Management Tools and Documentation
Unit 3 - System Startup and Shutdown
Unit 4 - Devices

Session 4
Unit 5 - System Storage Overview

Session 5
Unit 6 - Working With the Logical Volume Manager
 
Session 6
Unit 7 - Working with File Systems
Unit 8 - Managing File Systems

Session 7
Unit 9 - Paging Space
Unit 10 - AIX V5.3 Installation (optional)
Unit 11 - AIX Software Installation and Maintenance

Session 8
Unit 12 - Backup and Restore

Session 9
Unit 13 - Security and User Administration

Session 10
Unit 14 - Scheduling
Unit 15 - Printers and Queues
Unit 16 - Networking Overview

Session 11
Unit 17 - VI Editor
Unit 18 – Problem Determination



Nah, buat yang mau memperdalam ilmu kedigdayaan AIX, silakan deh kopi darat ke Paradigma Training Center (www.paradigma.co.id - 021 3911712) untuk reservasi kelas.


Oh ya, sesuai dengan komitmen NgoprekUNIX dalam berbagi ilmu dan tips-tips tokcer, kali ini akan disuguhkan contoh kasus who -u tidak berfungsi. 
Berikut adalah output error yang terjadi :
$ who -u
whydi_so   pts/5        Feb 21 11:03  0:34   6429       (10.192.23.160)
whydi_so   pts/6        Feb 21 11:38   .     7329       (10.192.23.160)
who: Error --- entry has ut_type of 29728
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 8302
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 8300
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 26469
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 28526
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 29295
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 8297
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 28271
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 27759
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 25956
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 28206
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 28527
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 26995
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 28532
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 28519
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 25632
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 11786
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 28532
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 29472
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 29728
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 26471
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 8303
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 2674
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 29728
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 8302
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 8300
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 26469
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 28526
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 29295
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 8297
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 28271
 when maximum is 10
who: Error --- entry has ut_type of 27759
 when maximum is 10

Nah lho, bagaimana tuh solusinya? Padahal koman "who" dengan flag lain aman dan terkendali euy. Eit, pake user root juga tetap sama neh errornya. So, jangan kepikiran ini ada isu di previlege user ya seperti SETUID.
$ w
 11:38am  up 84 day(s), 16:28,  2 users,  load average: 0.02, 0.02, 0.02
User     tty           login@  idle   JCPU   PCPU  what
whydi_so pts/5        11:03am    34                -sh
whydi_so pts/6        11:38am                      w

root@ksipcmdev # who am i
whydi_so   pts/6        Feb 21 11:38    (10.192.23.160)

Eng..ing...eng...
Solusinya ternyata semudah mengedipkan mata hehehe...
Yaitu, kosongkan file /var/adm/utmpx.
Selamat mencoba ya. Semoga bermanfaat.
Salam NgoprekUNIX
Selengkapnya...

Kamis, 25 Agustus 2011

Konfigur SNMP untuk Solaris 10

Apa kabar CommUNIXy? Mudah-mudahan masih semangat ya puasanya bagi yang menjalankan.
Melangkapi artikel sebelumnya, NgoprekUNIX yang baik hati, tidak sombong serta suka menabung akan menunaikan janji merilis seri SNMP untuk Solaris 10.

Buat yang tertarik sambil ngabuburit, silakan lanjut deh bacanya...

Begini jurus-jurusnya :
1.    Pastikan snmpdx tidak running

2.    /usr/sfw/bin/snmpconf
             Pilih [1] [1] [3]
           Ketik [unix] [enter] [enter] [finished] [finished] [quit]
 
3.    kopi file /usr/sfw/bin/snmpd.conf ke /etc/sma/snmp/snmpd.conf
4.    start service net-snmp (sma)

5.    cek hasilnya : snmpwalk -v 2c -c unix localhost
Sampai disini dulu ya artikel tips singkat dari NgoprekUNIX menjelang berbuka puasa. Mudah-mudahan yang hari ini traktir buka puasa mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.
Semoga artikel ini ada manfaatnya.
Salam NgoprekUNIX,
Selengkapnya...

Rabu, 24 Agustus 2011

Konfigur SNMP di AIX untuk Solarwind

Apa kabar CommUNIXy? Lama sekali tidak meyapa neh... Alhamdulillah kita masih bisa bertemu ya di bulan Ramadhan 1432 H. Semoga Anda yang menjalankan ibadah puasa bisa maksimal dan menggondol predikat takwa di hari raya Idul Fitri kelak.

Oh ya, langsung ajah neh NgoprekUNIX mo berbagi soal SNMP di server AIX. Selanjutnya pada bagian kedua akan dilanjutkan untuk server Solaris. Mudah-mudahan tulisan ini bisa mebantu Anda yang membutuhkan mengingat cukup besar juga usaha yang diperlukan sehingga jurus-jurus ini bisa dirilis hehehe... Siapa tahu CommUNIXy ada yang berbaik hati mau mengirim takjil untuk NgoprekUNIX.

Buat yang penasaran silakan dilanjutkan bacanya...

Sebenarnya, dari 3 spesies UNIX yaitu AIX, Solaris dan UX, setting di Solaris paling gampang pren soalnya tidak perlu menggunakan installer SNMP pihak ketiga. Supaya sabar, kita tetap mulai dari AIX ajah ya...
Berikut adalah langkah-langkahnya :

1. Download net-snmp-5.5-1 untuk AIX 5.3 (net-snmp-5.5-1.aix5.3.ppc.rpm) di sini

2. Install file net-snmp-5.5-1.aix5.3.ppc.rpm
    # rpm -i net-snmp-5.5-1.aix5.3.ppc.rpm
    Cek hasilnya :
    # rpm -qa | grep snmp

3. Modifikasi file konfigurasi snmpd.conf
    # /usr/local/bin/snmpconf
            Pilih [1] [1] [3]

              Ketik [unix] [enter] [enter] [finished] [finished] [quit]

        # cp /usr/local/bin/snmpd.conf /usr/local/share/snmp/snmpd.conf
4. Kopi file RC untuk stop/start NET-SNMP Daemon ke /etc/rc.d/rc2.d
5. Stop SNMP daemon dan start NET-SNMP Daemon
6. Tes fungsi NET-SNMP dengan snmpwalk
    # /usr/local/bin/snmpwalk -v 2c -c unix localhost |pg
7. Cek konfigurasi file rc.tcpip tidak mengaktifkan SNMP ketika server restart
8. Restart server (jika perlu) untuk menguji konfigurasi autostart NET-SNMP 

Sampai disini dulu ya edisi SNMP untuk server AIX. Semoga bermanfaat dan selamat memburu Lailatul Qadr.

Salam NgoprekUNIX,
Selengkapnya...